![]() |
| ilustrasi |
Peristiwa yang hampir membahayakan nyawa warga yang hendak mengantri pembagian daging tersebut, dibuat kocar-kacir menyelamatkan diri.
Salah satunya Sopian (43), salah satu saksi mata dalam peristiwa itu mengatakan sapi yang hendak disembelih itu kabur setelah tali yang mengikatnya lepas, kemudian sapi itu langsung kabur dan mengamuk dengan mengelilingi komplek.
“Lebih dari satu jam sapi itu mengamuk dengan mengejar warga yang ada disekitarnya, sementara panitia tidak mampu menenangkan sapi tersebut,” kata pria yang terluka dibagian tanggannya akibat menghindar dari amukan sapi.
Selama lebih satu jam warga memburu sapi itu namun tak berhasil menangkapnya, karena sapi jenis limosin itu mulai menabrak benda apapun yang ada di depannya. Tak berselang lama dua orang petugas dari Polsek Cibinong datang kelokasi kejadian.
Karena sapi itu terus mengamuk dan membahayakan warga, akhirnya petugas melumpuhkan dengan timah panas tepat mengenai bagian kepalanya.
“Dua polisi itu naik pagar rumah, dengan menggunakan sanapan laras panjang sapi itu ditembak di bagian kepala. Setelah jatuh tersungkur, kemudian warga langsung memotongnya,” ucap Sopian.
Akibat kejadian ini, beberapa warga mengalami luka ringan karena terjatuh dan terbentur pagar rumah. “Kalau saya mengalami luka di bagian kepala dan lengan karena terbentur pagar. Ada beberapa warga lain juga jatuh karena diseruduk, tapi saya tidak tahu seberapa parah luka mereka,” imbuhnya.
Sementara Brigadir Asep, petugas kepolisian yang menembak sapi itu membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, keputusan mengambil langkah untuk menembak sudah tepat karena situasinya sudah membahayakan warga. “Dengan senjata laras panjang, saya menembaknya dua kali tepat di bagian kepala, karena sapi tersebut sudah membahayakan jiwa warga,” pungkasnya.


