detakbogor.com - Muspika dan Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan razia ke sejumlah warung remang-remang dan hotel di Desa Limusnunggal dan Situsari Kecamatan Cileungsi, Puluhan wanita pelacur lari pontang-panting saat lokasi mereka digerebeg Sabtu malam hingga Minggu (20/10) dinihari.
Sebanyak 38 pelacur berhasil diamakan tim gabungan Satpol PP, TNI, Polisi dan Muspika Cileungsi berjumlah 150 oarang. Dalam razia yang dimulai pk.22:00, dibagai dalam dua tim.
Tim pertama menyisir di Desa Limunggala dan kedua di Desa Situsari. Mereka menyisir jalan sempit dan warung remang-remang seperti di Blok Coklat, Pule dan Anggrek di Desa Limusnunggala yang sering dijadikan tempat mangkal pelacur dan hidung belang.
Tim gabungan juga menggerebek hotel kelas melati yang biasa digunakan prostitusi di Desa Situsari. Tak hanya itu, petugas juga terlibat kejar-kejaran dengan sejumlah pelacur yang tertangkap basah akan melayani lelaki hidung belang.
“Saking takutnya ada pelacaur berusaha kabur dengan melompat jendela,” kata Kabid Dalops Satpol PP Kabupaten Bogor Asnan.
Menurutnya, razia ini memang ditujukan menekan angka wanita pekerja seks komersial yang belakangan ini mulai marak. “Selain itu operasi ini juga sebagai program pengentasan penyandang masalah kesejahteraan sosial,” ujaranya.
Dilanjutkanya, wanita kupu kupu malam yang terjaring itu sudah didata, banyak di antaranya pemain lama.
“Dari 38 yang terjaring 22 di antaranya wajah-wajah lama yang sudah biasa mangkal di kawasan ini, sedangkan sisanya dari luar Bogor” katanya serayata meyebutkan ke-38 wanita ini lalu ke Panti Rehabilitasi Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Camat Cileungsi Beben Suhendra mengaku berbagai cara sudaha dilakukan menghapus prostitisi di wilayahnya, namun tidak membuah hasil permanen. Sebelumnya puluhan warung remang-remang sudah dirobohkan, namun muncul kembali dan sebagian pelacur malah menyewa rumah warga setempat.
“Mungkin salah satu mengatasinya kami akan mengandeng Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Kita upayakan mencarikan pekerjaan baru dengan dikirim menjadi TKW Indonesia keluar negeri.” Katanya.
Merealisasikan rencana ini, Camat mengatakan akan didahului dengan pertemuan, selain Muspika, juga menghadirkan tokoh agama, masyarakat, pemuda dan Ketua BNP2TKI, Jumhur Hidayat.
“Lewat pertemuan ini, kami berharap ada solusi mengatasi pelacuran. Sejauh mana prospek TKI di luar negeri. Tujuannya mereka yang usia produktif dan belum memiliki pekerjaan atau mereka yang sedang terjerumus ke lembah kegelapan,” ujarnya.


