CIBINONG - Sejak resmi dibentuk pada September 2013 lalu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor langsung bergerak cepat melakukan aksi pemberantasan narkoba. Belum adanya anggaran operasional dan kantor masih menumpang, tak menyurutkan semangat 12 personil BNNK Bogor yang dikomando Nugraha Setia Budhi, menjalankan tugas menekan ruang gerak pengedar dan pengguna narkoba di daerah yang dipimpin Bupati Rachmat Yasin itu.
Sejak medio Oktober lalu sampai akhir Desember ini, selain membantu operasi BNN Pusat dalam menangkap pengedar narkoba, BNNK Bogor juga gencar menggelar operasi anti narkoba ke sejumlah tempat hiburan malam. Dan bahkan baru-baru lalu, BNNK Bogor mengadakan tes urine anggota Polisi Militer Denpom III Bogor dan beberapa kantor instansi pemerintah.
Menurut Kepala BNNK Bogor Nugraha Setia Budhi, semangat dirinya dan anakbuahnya tak surut walaupun sampai akhir 2013 ini belum mendapat dana operasional dari pusat. "Kita tetap semangat bekerja walau belum ada dana operasional. Sebab motivasi saya dan segenap personil BNNK Bogor semata-mata ialah pengabdian serta keinginan kuat kami untuk memerangi narkoba," kata Budhi kepada sejumlah wartawan di Cibinong, Minggu (22/12/2013).
Dikatakannya, pihaknya tidak terlalu mempersoalkan belum adanya dana operasional dari pusat. Itu karena kantor BNNK Bogor baru resmi beroperasi menjelang akhir tahun 2013, sementara dana operasional harus diajukan berdasarkan usulan program dan kegiatan di akhir tahun 2012 saat penyusunan anggaran. "Jadi kita baru dapat dana pada 2014 sesuai pengajuan usulan program dan kegiatan ke pusat," paparnya.
Memang jika melihat kondisi kantor BNNK Bogor saat ini cukup memprihatinkan. Markas BNNK masih menumpang di lantai atas gedung Korpri Kab Bogor yang berlokasi di areal perkantoran Pemkab Bogor, Cibinong. Saat sejumlah wartawan berkunjung ke markas BNNK, tidak tampak plang nama penunjuk bahwa di gedung itu terdapat kantor BNNK.
Ketika masuk ke ruang kerja staf BNNK, peralatan kerja yang ada terlihat ala kadarnya, yaitu meja dan kursi saja. Demikian juga halnya di ruangan Kepala BNNK Setia Budhi Nugraha, hanya ada dua unit meja kerja dan kursi. Untuk mengetik dan menyimpan dokumen, Kepala BNNK dan stafnya menggunakan satu unit komputer, sisanya memakai laptop pribadi.
Meski begitu, Setia Budhi mengaku bahwa dia dan stafnya tidak patah semangat. "Kami jalan terus, semangat kami bekerja karena adanya panggilan hati nurani. BNNK Bogor yang menginduk ke BNN Pusat kan baru resmi terbentuk, jadi wajarlah jika ada kendala dan keterbatasan fasilitas seperti sekarang, tidak usah dibesar-besarkan," tegas eks Kepala Bagian Kepegawaian Pemkab Bogor ini.
Disinggung tentang dukungan dari Bupati Rachmat Yasin terhadap BNNK, Budhi mengatakan bahwa Bupati Yasin sudah memberikan perhatiannya dengan menyediakan lahan seluas 2.195 untuk pembangunan kantor BNNK. Selain itu, aku Budhi lagi, Pemkab Bogor juga menganggarkan dana bantuan untuk upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh BNNK pada 2014.
"Informasinya sih bantuan untuk upaya pemberantasan narkoba sudah dialokasikan pada APBD 2014, tapi saya belum tahu berapa jumlahnya. Sedangkan soal gedung BNNK yang representatif, sekarang kita tinggal memikirkan bagaimana pembangunannya yang kami taksir biayanya mencapai Rp 5 Miliar lebih. Lahannya sudah dikasih Bupati, cuma BNN dan BNNK tidak ada anggarannya," imbuhnya.
Ditambahkannya, BNNK tidak terpengaruh pada minimnya anggaran dan ketiadaan kantor tetap. Maka itu, untuk 2014 BNNK telah menyiapkan rencana kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkoba. "Kabupaten Bogor menduduki ranking 2 tertinggi daerah rawan narkoba di Jabar. Karena itu, kami akan kerja keras memerangi bandar dan pengguna narkoba di wilayah ini," pungkasnya. (dav/zk)


