Para pejalan kaki kini yang sering berjalan di trotoar kini akan merasa lebih nyaman dan aman, pasalnya area pedestrian yang nyaman bagi pejalan kaki tahap kedua di Bogor akan diresmikan 21 Desember mendatang. Dengan panjang pedestrian mencapai 523 meter yang menghabiskan anggaran dari Kementerian Perhubungan RI sebesar Rp1.7 miliar diharapkan membuat nyaman pejalan kaki.
“Pedestrian membentang dari dari stasiun melingkar belakang hingga berakhir di Hotel Salak Jalan Juanda,” kata Asisten Daerah Bidang Kemasyarakatan dan Pembangunan Azrin Syamsudin, Selasa (10/12).
Pemkot Bogor bekerjasama dengan Deutsche Gesellsechatt For Internationale Zussammenarbeit (GIZ), sebuah lembaga donor yang bermarkas di Jerman untuk membangun pedestrian di Kota Bogor.
Azrin Syamsudin mengakui,GIZ sangat membantu penyusunan rencana induk transportasi Kota Bogor.
“Setelah tahap dua, akan ada tahap tiga pedestrian. Awal tahun 2014 dimulai dari Stasiun Kereta Api (KA) Bogor dan berakhir di SMAN 1 di Jalan Juanda, depan Gereja Zebaoth,” ujar Azrin.
Pedestrian merupakan kawasan yang nyaman bagi pejalan kaki dan sepeda, Pemkot Bogor hanya menyediakan infrastruktur. Sedangkan pendanaannya, murni dari Kementerian Perhubungan.
Untuk permasalahan keamanan area pedestrian tahap pertama di Jalan Nyi Raja Permas, Azrin mengakui, pengelolaannya masih menemui terkendala. “Makanya agar nyaman, 24 jam petugas dari Dinas Pol PP siaga di lokasi,” paparnya.
Transport Advisor GIZ Qi, Yahya menjelaskan, pada pedestrian tahap kedua berbeda dengan pedestrian tahap pertama. “Pada pedestrian tahap kedua, selain untuk pejalan kaki juga untuk jalur sepeda,” ungkapnya.
Di beberapa kota besar, pedestrian dibuat senyaman dan aman mungkin. Karena pedestrian bagian dari elemen pembentuk fisik sebuah kota. Sebuah kota yang hidup bila warganya bisa menikmati ruang ruang terbuka kota. (vid/Her)


