Ketua DPW PPP Se-Indonesia Usulkan Sembilan Nama Capres

BANDUNG - Mayoritas arus bawah menginginkan forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II tidak memunculkan calon tunggal presiden yang akan diusung PPP dalam Pilpres bulan Oktober 2014 mendatang. Untuk itu, mayoritas Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP se Indonesia mengusulkan Sembilan nama Capres yang layak untuk diusung sebagai Capres PPP.

“26 Ketua dan Sekretaris DPW PPP se Indonesia sepakat mengusulkan 9 nama Capres di forum Mukernas,” kata H. Rachmat Yasin, Ketua DPW PPP Jabar dalam keterangan persnya Jum’at  (7/2) kemarin.

Pria yang akrab disapa RY mengatakan, sembilan nama capres yang diusulkan antara lain Suryadarma Ali, Jusuf Kalla, Jokowi, Jendral Moeldoko, Isran Noor, Khofifah Indar Parawansa, Yeni Wahid, Abraham Samad dan Dien Syamsudin. Menurut RY, nama-nama tersebut diusulkan oleh masing-masing DPW. Setelah di kaji dan bahas secara mendalam track record nama-nama yang diusulkan kemudian disepakati untuk mengusung sembilan  nama diatas. 

DPW-DPW yang sepakat mengusulkan sembilan nama untuk ditetapkan sebagai Capres DPW adalah Jabar, Jateng, Jatim, Jambi, Papua, Kepri, Gorontalo, Sulut, Sulteng, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Riau, NTB, NTT,  Kaltim, Kalteng, Kalbar, Maluku, Maluku Utara, Banten dan Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Sumatera Barat.

“DPW DPW se Indonesia tidak ujug-ujug melansir sembilan calon. Kita sudah membahas track record nama-nama yang diusulkan melalui serangkaian pertemuan. Ini sudah keinginan mayoritas arus bawah karena kita punya 34 DPW, 26 diantaranya menginginkan Mukernas memutuskan 9 Capres PPP,” tegas Bupati Bogor ini.

RY berharap, forum Mukernas tidak buru-buru menetapkan satu calon tunggal. Karena,  yang lebih penting adalah bagaimana PPP saat ini lebih fokus pada upaya pemenangan Pemilu Legislatif.
“Semua energi dan konsentrasi idealnya untuk Pileg. Saya beraharap di forum Mukernas ini DPP PPP memberikan arahan yang lebih operasional kepada kami bagaimana memenangkan Pileg yang tinggal hitungan hari,” tegasnya (zak/dav)

DETAK BOGOR

Baca lebih lanjut untuk mengetahui berita yang berkaitan dengan berita lebih lanjut di bawah ini dengan link terkait.

Populer