CIBINONG - Di tengah ramainya kasus dugaan penyimpangan dana hibah bansos di Kabupaten Bogor, salah satu organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia PMI patut diacungi jempol dan dijadikan contoh dalam penggunaan dana bantuan dari pemerintah tersebut.
PMI Kabupaten Bogor yang menerima dana bantuan hibah TA 2012 dan 2013 mendapat kategori terbaik dalam pengalokasian dan pelaporan dana hibah berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).
"Dana hibah yang diterima PMI Kab. Bogor tahun 2012 dan 2013 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kab. Bogor adalah kategori terbaik dalam penggunaan, baik secara administrasi maupun aspek pertanggungjawaban sesuai pengalokasiannya," ujar Sekretaris PMI Kab. Bogor Makmur Rozak, di Cibinong, Jumat (21/2).
Pada tahun 2012, kata Makmur, PMI menerima bantuan dana hibah sebesar Rp. 3,2 miliar, digunakan untuk rehab gedung PMI sebesar Rp. 2 miliar dan sisanya dialokasikan untuk untuk kegiatan bencana, donor darah, pelayanan ambulan gawat darurat dan kegiatan medis lainnya.
"Pada tahun 2013, anggaran hibah bansos PMI menerima bantuan sama seperti tahun 2012 yakni Rp. 3,2 miliar, dan dialokasikan untuk pembangunan gedung PMI yang dibangun dua lantai dengan alokasi anggaran Rp. 1,2 miliar, sedangkan sisanya untuk kegiatan PMI donor darah, bencana, ambulan gawat darurat dan kegiatan medis," jelas Makmur.
Ditambahkan Makmur, gedung PMI Kab. Bogor saya yakin yang terbaik, "sekarang saya yakin gedung PMI Kab. Bogor adalah yang terbaik, ruang pelayanan darah tentunya harus bersih dan steril karena itu sangat penting, begitu juga dengan ruangan medisnya. Dan saat ini PMI Kab. Bogor sudah memiliki tiga unit mobil ambulan, seyogyanya dengan luasnya wilayah Kab. Bogor sedikitnya memang harus lima ambulan, ya bertahap lah," ujarnya.
Makmur juga berharap, kedepan PMI Kab. Bogor dapat mandiri, artinya punya usaha sendiri untuk menopang kegiatan operasinal PMI, " meskipun kita masih mengharapkan dari para donatur seperti dari kegiatan bulan dana PMI, namun kami punya keinginan agar PMI ini memiliki bidang usaha sendiri, seperti warung sehat PMI misalnya," kata Makmur. (zak/dav)


