BOGOR - Untuk mengantisipasi praktek money politic dan black campaign yang dapat menyesatkan masyarakat, DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor akan menerjunkan ratusan kader untuk memonitoring dan mengawasi kegiatan politik di masa tenang tanggal 6-7-8 April sampai pada Hari Pencoblosan 9 April 2014.
"Kami akan kerahkan ratusan kader sebagai tim khusus untuk memantau dan mengawasi upaya kotor pihak tertentu untuk memengaruhi masyarakat agar memilih caleg atau parpol tertentu. Jika kami temukan pelanggaran, kami akan tindaklanjuti ke Panwaslu dan KPU," kata Ketua DPC PPP Kab Bogor, Hj.Ade Munawaroh, kepada wartawan, Kamis (3/4).
Dijelaskannya, tim khusus pemantau ini terdiri dari PAC-PAC, serta kader organisasi kemasyarakatan (ormas) sayap PPP, antara lain Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI), Angkatan Muda Kabah (AMK) dan Gerakan Pemuda Kabah. Selain itu, DPC PPP akan mengerahkan tim relawan para caleg PPP dan kelompok simpatisan PPP.
"Kita tidak mau kecolongan di masa tenang, karena berdasarkan survei internal kami, di Kabupaten Bogor, suara PPP diprediksi naik signifikan dari hasil Pemilu 2009. Karena itu, target kami meraih 12 kursi di DPRD bukan target muluk. Ini kami tetapkan dengan mengacu pada survei yang dilakukan bersama lembaga independen," ujar Ade.
Ade Munawaroh yang juga menjadi Caleg nomor urut satu di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 ini menyebutkan dirinya juga telah menginstruksikan seluruh jajaran partai untuk bersikap waspada akan terjadinya kampanye hitam menjelang pencoblosan, misalnya penyebaran pamflet atau selebaran kertas berisi fitnah dan isu tak berdasarkan bukti.
Dalam kaitan itu, Ketua PC GMPI Kab Bogor Topik Saleh menegaskan pihaknya sudah menurunkan tim pemantau siluman yang aktivitasnya tidak terlihat oleh masyarakat umum. "Kita sebar anggota di 40 kecamatan untuk memantau kegiatan politik di masa tenang dan juga untuk membackup para saksi PPP di tiap TPS," ujarnya. (zak/dav)


