BOGOR - Koalisi Masyarakat Bogor untuk Politik Bersih (KMBPB) menyatakan bahwa pemberian sejumlah uang oleh Bupati Bogor Rachmat Yasin kepada Pengawas Pemilu tingkat Kecamatan (Panwascam) bukanlah politik uang atau money politics. Pasalnya, saat memberikan uang, Bupati Yasin tidak melontarkan permintaan apapun terkait kepentingan partainya, PPP.
"Kita sudah melakukan investigasi dan klarifikasi ke sejumlah saksi mata, tidak ada satu kalimat pun terlontar dari mulut Bupati untuk meminta bantuan atau hal khusus terkait kepentingan partainya. Jadi hal itu bukan pelanggaran, tetapi lebih pada spontanitas Bupati," tegas Koordinator KMBPB, Imam Wijaya, dalam siaran persnya, Kamis (3/4/12).
Menurut Imam, Bupati spontan membagikan uang lantaran ingin memotivasi para anggota Panwascam yang memang honornya tidak seberapa dan tak sedikit Panwascam yang mengeluh karena minimnya perhatian terhadap mereka. "Jadi, kita tidak temukan tendensi apapun terkait kepentingan Pileg," tegasnya.
Oleh karena itu, KBMPB meminta kepada semua pihak untuk tidak mempolitisir masalah pembagian uang kepada Panwascam itu. KBMPB juga mengimbau elite politik dari parpol lain tidak menjadikan hal tersebut sebagai komoditi politik guna menjatuhkan kompetitornya di Pileg.
"Harus diakui, sekarang ada sejumlah orang yang berupaya mengeruhkan suasana atau berusaha memunculkan gejolak menjelang hari pencoblosan. Oknum-oknum jahat tersebut tak lagi memedulikan kebenaran dalam setiap peristiwa. Bagi mereka, hal yang tidak bermasalah pun dijadikan komoditi politik," ujar Imam.
Terkait dengan aksi mundur ramai-ramai Panwascam. KBMPB menyerukan agar para Panwascam tidak mundur demi kepentingan bersama. Ditegaskan Imam, Panwascam harus terus menjalankan tugasnya untuk kelancaran proses Pileg.(dav)


